Bab Delapan Puluh Empat: Mendekat (1)
"Tampaknya kita hanya bisa sampai di sini. Semua tempat penting sudah kita lalui. Jika pihak lawan memang telah meninggalkan kawasan ini, rasanya mustahil untuk mengejar mereka di sepanjang jalan. Namun sarang ini sudah disegel tanpa kerusakan lain, mungkinkah orang yang mengendalikan laba-laba raksasa ini akan kembali ke sini?"
"Itu sulit untuk dipastikan," ujar Boling Zi memberikan pendapatnya. "Begitu banyak orang tewas dalam waktu singkat, dan ini menarik banyak tentara bayaran untuk menyelidiki. Jika aku di posisi mereka, aku pasti akan menjauh dulu untuk menghindari perhatian. Setelah waktu berlalu dan masalah ini terlupakan, baru aku akan kembali jika diperlukan."
"Sudah mengumpulkan begitu banyak petunjuk dan informasi, masa sampai di sini saja? Bukankah berarti semua usaha kita selama ini sia-sia?" Lan Yin mulai cemas.
"Aku tidak pernah bilang kita akan menyerah. Hanya saja, musuh yang tidak kita ketahui asal-usulnya itu tidak akan kembali ke sini dalam waktu dekat. Lagipula, sering ada tentara bayaran yang lalu-lalang di gua ini. Jika sampai ketahuan, bisa-bisa kita celaka."
"Bolehkah aku menyela sebentar?" Ye Gui mengangkat satu tangan.
"Silakan."
"Aku kurang setuju dengan pendapat nona ini."
"Mengapa?" tanya Long Li.
"Jangan bilang lagi kau cuma mengandalkan firasat!" Lan Yin tampak khawatir, ia tak bisa menahan diri untuk langsung mengungkapkan isi hatinya.
Ye Gui menyikutnya dengan siku. "Memang kau yang paling paham aku..."
"......"
"......"
Reaksi Long Li dan Boling Zi sama persis saat mendengar ucapan itu.
Ye Gui sama sekali tak merasa malu dan melanjutkan, "Selain firasat, aku punya alasan lain yang sangat penting. Laba-laba raksasa itu akan berada dalam kondisi lemah karena pengaruh obat terlarang, dan keadaan ini bisa berlangsung cukup lama. Artinya, makhluk itu tidak bisa bergerak. Orang yang mengendalikan binatang itu tak mungkin membawanya pergi begitu saja, jadi..."
"Benarkah itu?" Long Li berseri-seri.
"Tentu saja! Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun sebagai ahli hewan gaib..."
Ye Gui tak melanjutkan ucapannya, karena ia menyadari tiga orang di hadapannya menunjukkan ekspresi yang aneh.
"Apa, kalian tidak percaya padaku?"
"Jika tertipu sekali, salahkan diri sendiri karena terlalu polos. Dua kali, itu bodoh dan polos. Tapi tiga kali, berarti memang ada masalah dengan kecerdasan orang itu!" kata Lan Yin pedas, hampir saja ludahnya mengenai wajah Ye Gui.
Karena barusan memperlakukannya seperti kuli, Ye Gui tak bisa membantah. Ia hanya bisa melirik dua orang lain meminta bantuan.
Boling Zi gugup diamatinya, lalu bergumam, "Bukan berarti aku tak percaya padamu... hanya saja merasa..."
Ucapannya terhenti, dan ia menoleh ke arah Long Li.
Jawaban Long Li justru langsung dan lugas, "Aku tidak percaya."
"Heh, kalian sungguh tega! Katanya aku teman kalian, tapi mempercayai saja tidak bisa. Kalau begitu, tak ada lagi yang perlu kubicarakan. Jangan lupa, kalian yang memohon-mohon padaku... Bukankah firasatku barusan benar? Sarangnya sudah ditemukan juga. Tanpa aku, apa kalian bisa melakukan semua itu?"
Semakin lama Ye Gui berbicara, semakin kesal ia dibuatnya. "Aku bukan tentara bayaran, membunuh bukan keahlianku, tapi melacak hewan gaib jelas aku seratus kali lebih piawai dari kalian! Kalau tidak percaya, silakan cari orang lain. Aku pergi saja!"
Kata-kata emosional ini membuat Lan Yin merasa malu. Setelah dipikir-pikir, ucapannya barusan memang agak berlebihan. Ia segera menarik lengan baju Ye Gui. "Bro, kau tak benar-benar mau pergi, kan? Misi kali ini katanya berhadiah besar. Kau sudah membantu sejauh ini, tinggal satu langkah terakhir, kalau pergi sekarang, sepeser pun tak dapat. Bukankah rugi sekali?"
"Benar juga! Kenapa aku harus pergi? Siapa bilang aku mau pergi!" Ye Gui tiba-tiba sadar dan buru-buru membantah.
"Tadi itu cuma kau sedang kesal, tak pernah bilang mau pergi, kan?" Lan Yin melirik rekan-rekannya meminta bantuan.
"Benar... tak pernah bilang," sahut Boling Zi dengan wajah memerah.
Ye Gui memang tidak ingin pergi. Ucapannya barusan hanya kemarahan sesaat. Mendengar Lan Yin menahannya, hatinya langsung terasa hangat. "Kau memang sahabat sejati. Soal upah setelah ini..."
"Tenang saja. Kau yang paling berjasa, berapapun upahnya, setengahnya jadi milikmu."
"Kau tidak bercanda?"
"Uang itu tak ada nilainya dibandingkan persahabatan. Aku bukan orang yang gila uang. Selama urusan ini beres, soal upah kau yang atur," ucap Lan Yin walau dalam hati ia punya pikiran lain. Sekarang momen krusial, tinggal selangkah lagi menuju keberhasilan. Tanpa bantuan ahli hewan gaib, mustahil berhasil. Ia harus melakukan segala cara agar Ye Gui tetap tinggal. Lagipula, hadiah besar dari kantor pendaftaran tentara bayaran itu paling-paling hanya beberapa keping emas saja. Kantor pendaftaran itu sangat pelit, mana mungkin mau membayar mahal untuk aksi tentara bayaran yang bertindak atas kemauannya sendiri.
"Lebih baik kita bahas langkah selanjutnya," Long Li memotong pembicaraan mereka. "Aku rasa kemungkinan besar obat itu memang melemahkan laba-laba raksasa. Setelah kupikirkan, bukankah A-Dai juga begitu kondisinya?"
Lan Yin langsung mengangguk.
"Pihak lawan ingin menjinakkan laba-laba itu sebagai binatang pembunuh yang buas. Mungkin seperti kata Ye, musuh kita sebenarnya masih ada di sekitar sini. Pertama, hewan gaib itu lemah dan sulit bergerak. Kedua, efek obat mungkin tidak bisa langsung membuatnya patuh, dan butuh dosis kedua. Jangan lupa, mereka belum membentuk kontrak. Hewan itu dikendalikan oleh pengaruh obat dan seruling misterius itu. Untuk benar-benar bisa mengendalikan, dibutuhkan proses bertahap. Jadi, musuh sangat mungkin masih bertahan di sini."
"Aku punya ide!" seru Ye Gui penuh semangat. "Masih ada darah asli laba-laba raksasa di sini. Kalau kita mengekstrak zat dari darah itu, kita bisa melacaknya. Selama jangkauannya tidak terlalu besar, kita pasti bisa menemukannya."
"Jangkauan deteksinya seberapa luas?" tanya Lan Yin.
"Lima meter."
"Lima meter? Untuk apa repot-repot pakai itu! Jarak segitu juga sudah bisa kita lihat dengan mata telanjang. Bisa tidak kau pikir dulu baru bicara?"
Ye Gui tertunduk kecewa, tapi kemudian ia angkat kepala lagi. "Tapi, aku bisa menambahkan obat tertentu untuk memperluas jangkauan pencarian!"
"Bisa sampai seberapa jauh?"
"Enam meter."
"Dasar, mending kau mati saja!" Lan Yin benar-benar tak tahan lagi.
Long Li berpikir sejenak, lalu bertanya pada Ye Gui, "Bisakah kita melacaknya lewat benang laba-laba?"
"Oh?" Ketiga orang lain tertegun mendengarnya.
"Bagaimana? Benang laba-laba itu keluar dari tubuhnya, pasti mengandung zat khusus seperti darahnya. Laba-laba biasa membuat sarang, dan tanpa kontrak dengan manusia, kemungkinan ia akan menenun sarang kedua. Dengan begitu, ia bisa setiap saat menyembuhkan diri tanpa harus kembali ke sini."
"Membuat sarang itu butuh waktu lama," kata Ye Gui.
"Itulah sebabnya pihak lawan belum pergi jauh."
"Melacak hewan gaib lewat benang laba-laba, ini pertama kalinya bagiku, jadi aku tak terlalu yakin berhasil. Tapi, aku bisa coba, hasilnya nanti kita lihat saja."
"Tidak apa-apa," ujar Long Li. "Cara terbaik mencari laba-laba adalah dengan menemukan jaringnya. Jangan ragu, lakukan saja sebisamu!"