Bab 143: Mengunjungi Lokasi Syuting
Keesokan harinya, Jiao Bai dan Zhou Ziyue mengendarai mobil menuju Hengdian, diikuti oleh sebuah truk boks di belakang mereka.
Di dalam mobil Tesla, Zhou Ziyue menunjuk ke arah truk di belakang dan berkomentar dengan nada bercanda, "Kamu benar-benar ada-ada saja. Mengirim satu truk nasi kotak dari jarak ratusan kilometer, biaya pengirimannya bahkan lebih mahal daripada harga makanannya. Kenapa tidak pesan saja nasi kotak langsung di Hengdian?"
"Nasi kotak di Hengdian terkenal tidak enak, mana bisa dibandingkan dengan keahlian koki hotel bintang lima. Sekalian bisa membantu mempromosikan hotel keluargamu, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui."
Dari Wanghai ke Hengdian hanya berjarak sekitar dua ratus kilometer lebih. Sekitar pukul sebelas siang, mobil Jiao Bai dan rekan-rekannya tiba di gerbang Kota Studio Film dan Televisi Hengdian. Karena sebelumnya telah berkomunikasi lewat telepon dengan sutradara Li Guoli, kru mengirim seorang staf logistik untuk menyambut mereka di gerbang. Setelah berkoordinasi dengan petugas di pintu, mobil Jiao Bai diizinkan untuk langsung masuk ke area studio.
Staf logistik tersebut bernama Yu Zhiwen, usianya sekitar empat puluhan, berjanggut lebat, dan tampak lebih mirip sutradara daripada Li Guoli sendiri. Ia adalah penduduk asli Hengdian dan sangat hafal dengan jalan-jalan di sini. Duduk di kursi belakang Tesla, ia menunjukan arah kepada Jiao Bai sambil mengeluh, "Hengdian sekarang benar-benar jauh lebih sepi, bahkan truk barang pun bisa bolak-balik di dalam sini. Kalau dulu, suasananya sangat ramai, jangankan mobil, sepeda motor roda tiga kurir pengantar makanan saja tidak bisa lewat."
Jiao Bai juga merasa heran. Ia pernah datang ke Hengdian untuk berwisata pada tahun 2015. Saat itu, kinerja Baixing Hulian sedang cukup baik, sehingga perusahaan mengadakan tur karyawan ke Hengdian. Kesan mendalam yang ditinggalkan Hengdian pada Jiao Bai saat itu adalah keramaiannya yang luar biasa. Bukan hanya kru film dan televisi yang sangat banyak, tetapi wisatawan yang berkunjung juga sangat padat. Baru berlalu dua atau tiga tahun, bagaimana bisa menjadi sepi seperti ini?
"Kak Yu, Anda adalah warga lokal. Ceritakan sebenarnya apa yang terjadi di Hengdian ini, mengapa bisa menjadi begitu sepi? Terakhir kali saya ke sini, suasananya sangat berdesak-desakan dan padat merayap, baru beberapa tahun berlalu, keadaannya sudah seperti ini."
"Bos Jiao terlalu sungkan, panggil saja saya Lao Yu, semua orang di kru memanggil begitu. Masalah di Hengdian ini rumit untuk dijelaskan dalam beberapa patah kata. Mengutip perkataan Sutradara Li, seluruh industri hiburan sedang mengalami musim dingin, industri drama televisi yang paling terpukul parah, dan Hengdian hanya terkena dampak ikutannya. Sekitar tahun 2016, pihak atas merasa dunia hiburan terlalu kacau, lalu mengirimkan gugus tugas untuk melakukan pembersihan. Banyak film dan drama yang sedang syuting langsung dihentikan, sementara yang sudah selesai terhalang di bagian sensor dan dilarang tayang. Sialnya lagi, pada tahun itu beberapa drama berinvestasi besar-besaran justru merugi, dan begitu para investor melihat risiko investasi film dan televisi begitu besar, mereka semua ketakutan dan kabur. Selama dua tahun berikutnya, sensor terhadap drama televisi semakin ketat, sehingga tingkat produksi di Hengdian semakin menurun setiap tahunnya, dan tahun ini bahkan merosot hingga ke titik nadir. Banyak aktor figuran yang mengadu nasib di Hengdian tidak bisa bertahan hidup, sehingga terpaksa beralih profesi atau langsung pulang kampung. Alhasil, keramaian itu perlahan-lahan memudar."
Mobil berhenti di depan sebuah gedung studio yang megah. Jiao Bai dan Zhou Ziyue turun dari mobil, lalu mengikuti Yu Zhiwen memasuki studio.
Yu Zhiwen memimpin di depan, sambil berjalan ia menjelaskan kepada Jiao Bai, "Sekarang kru dibagi menjadi dua unit. Sutradara Li membawa para pemeran utama syuting di depan layar hijau di sini, sementara Wakil Sutradara Cheng Ziping membawa kelompok lain syuting di luar ruangan. Lebih ke depan lagi adalah area syuting film kita yang berjudul *Membuka Langit*. Apakah saya perlu memanggil Sutradara Li?"
Jiao Bai melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak perlu. Kulihat mereka sedang mengambil adegan, sebaiknya jangan diganggu. Kita bicarakan setelah syuting selesai saja."
Adegan yang sedang direkam saat ini tampaknya adalah adegan terbang di atas awan. Di dunia nyata tentu saja tidak ada awan keberuntungan, para aktor hanya bisa berdiri di atas sebuah gerobak kecil yang dibungkus kain hijau. Dua pria berbadan kekar berpakaian hijau mendorong gerobak itu maju dari belakang, sementara di depannya terdapat sebuah kipas angin industri berdaya besar. Angin yang ditiupkan membuat pakaian dan rambut panjang para aktor terus berkibar, mensimulasikan dinamika melayang di atas awan. Kedua aktor tersebut masih berakting dengan penuh penghayatan, menunjuk ke bawah sambil terus memuji, seolah-olah yang berada di bawah kaki mereka bukanlah lantai studio, melainkan pemandangan ribuan mil luasnya.
"Pfft—" Zhou Ziyue tidak mampu menahan diri melihat pemandangan ini dan tertawa terbahak-bahak.
Jiao Bai pun menggelengkan kepalanya. Siapa sangka adegan terbang menembus awan dan melintasi pegunungan luas dalam film dibuat dengan cara seperti ini, sangat merusak suasana dan menghilangkan rasa penonton.
Tawa Zhou Ziyue memicu reaksi berantai. Banyak aktor yang menonton di sekitar ikut tertawa, dan pada akhirnya kedua pemeran utama pun ikut tertawa di tengah adegan.
Melihat syuting tidak bisa dilanjutkan, Li Guoli bangkit dari depan monitor, mengangkat pengeras suara, dan berteriak marah, "Cut! Kenapa malah tertawa? Siapa tadi yang tertawa pertama kali? Tolong bersikap serius, kita sedang syuting! Biaya sewa studio ini ratusan ribu sehari, kalau hari ini tidak selesai, malam semuanya harus lembur."
"Maaf, Sutradara Li, saya yang tertawa pertama kali." Zhou Ziyue maju ke depan dan berinisiatif mengakui kesalahannya.
Melihat Zhou Ziyue tampak asing, Li Guoli baru saja hendak memarahinya, namun ketika ia melihat Jiao Bai berdiri di sampingnya, amarahnya langsung surut tanpa sisa. Orang yang bisa datang bersama Jiao Bai untuk mengunjungi kru pastilah pacarnya atau sekertaris pribadinya, sosok yang tidak boleh disinggung.
Li Guoli berjalan ke arah mereka, menjabat tangan Jiao Bai, dan berkata sambil tersenyum, "Bos Jiao datang. Anda benar-benar santai, dana ratusan juta telah diinvestasikan, dan syuting sudah berjalan setengah bulan, tapi Anda baru datang untuk menengok."
"Bukankah saya sudah datang sekarang? Baru saja tiba dan langsung membuat masalah untuk Anda, sungguh minta maaf. Begini saja, Sutradara Li, lanjutkan saja syutingnya, jangan sampai menghambat progres kru. Ada hal apa pun, kita ngobrol lagi siang nanti."
"Baiklah kalau begitu. Studio ini hanya kita sewa selama seminggu, waktunya memang sangat ketat."
Maka, syuting dilanjutkan. Jiao Bai dan Zhou Ziyue pun menyaksikan proses pengambilan gambar untuk berbagai adegan efek khusus tingkat tinggi yang benar-benar melampaui batas imajinasi. Contohnya adegan menunggangi makhluk mitologis, saat syuting yang ditunggangi sebenarnya hanya berupa kuda kayu yang dilapisi kain hijau. Pertarungan dengan monster bahkan sama sekali tidak memiliki wujud monster, semuanya mengandalkan imajinasi aktor untuk menampilkan berbagai gerakan, yang benar-benar menguji kemampuan akting mereka.
Syuting berlanjut hingga pukul dua belas siang sebelum akhirnya dibubarkan. Li Guoli memegang pengeras suara dan mengumumkan sambil tersenyum, "Terima kasih atas kerja keras semuanya. Hari ini, investor utama drama kita, Bos Jiao, datang untuk menengok dan membawakan satu truk makanan siap saji yang dipesan khusus dari hotel bintang lima. Makanan sudah tersedia di luar studio, silakan diambil."
"Terima kasih, Bos Jiao!"
"Terima kasih, Bos!"
"Akhirnya tidak perlu makan nasi kotak harga lima yuan lagi."
Para aktor mengucapkan terima kasih, lalu beramai-ramai berdiskusi sambil berjalan keluar untuk mengambil jatah makanan mereka. Jiao Bai dan yang lainnya menyiapkan meja menggunakan properti kayu dari kru dan menatanya di dalam studio. Makanan tersebut dipesan langsung oleh Jiao Bai dari Hotel Four Seasons dan tergolong cukup mewah. Urusan minum alkohol ditiadakan karena kru masih harus melanjutkan syuting pada siang hari, sehingga tidak cocok untuk minum-minum.
"Kenapa sudah setengah hari di sini tapi saya tidak melihat Jiao Xiaoya? Apa hari ini tidak ada jadwal adegannya?"
Li Guoli memanggil dua orang staf logistik untuk membawakan beberapa kursi, dan setelah mendengar pertanyaan Jiao Bai tentang Jiao Xiaoya, ia menjawab, "Hari ini Jiao Xiaoya sedang syuting adegan luar ruangan bersama Wakil Sutradara. Saya sudah meneleponnya, sebentar lagi dia pasti tiba di sini."