Bab 136: Dalam Kamus Sang Ratu, Tidak Pernah Ada Kata Mengalah
Saat Qin Yun keluar bersama anak buahnya, ia menyaksikan pemandangan itu dan merasa sangat tidak habis pikir.
Ia menyuruh anak buahnya untuk mengambil mobil terlebih dahulu, lalu melangkah ke belakang Qin Xiaoxi.
"Xiaoxi, kau adalah anggota keluarga Qin, jangan mempermalukan dirimu sendiri seperti ini!"
Mendengar suara bibinya, Qin Xiaoxi menoleh.
Dengan nada yang sangat sedih, ia berkata, "Bibi, katakan padaku, mengapa Azhi tidak pernah menyukaiku? Padahal aku sudah berusaha sangat keras untuk bersikap baik padanya, dan orang tuanya juga menyukaiku, kenapa dia tidak bisa melirikku sedikit saja?"
Qin Yun memandang keponakannya itu, dan tiba-tiba bayangan gadis muda tadi melintas di benaknya. Sosok yang begitu dominan, bahkan tatapan matanya pun sangat tajam.
Mengapa perbedaan antarmanusia bisa begitu jauh? Jika saja Xiaoxi memiliki separuh saja dari karisma gadis itu, ia pasti sudah menjadi putri bangsawan yang paling terhormat di keluarga Qin. Saat ini, hanya Xiaoxi yang tersisa di generasi utama keluarga Qin. Qin Yun sendiri tidak memiliki anak, sehingga ia sangat menyayangi keponakannya ini.
Dengan pasrah ia berkata, "Kejadian hari ini memang kurang pertimbangan darimu. Pernahkah kau berpikir, jika gadis itu benar-benar memiliki kemampuan hebat, seberapa besar pukulan itu bagi Lu Zhi? Kau tahu sendiri betapa angkuhnya dia."
"Bagaimana mungkin perempuan itu bisa lebih hebat daripada Azhi!"
"Kenapa tidak mungkin? Kau belum tahu apa artinya di atas langit masih ada langit."
Qin Yun menatapnya dengan gemas. "Kalau tidak begitu, menurutmu mengapa aku bilang ini hanya kesalahpahaman?"
Jika Lu Zhi benar-benar diperlakukan tidak adil, Qin Yun tidak akan berhenti begitu saja tadi. Ia pasti akan mendesak pihak penyelenggara untuk melakukan investigasi menyeluruh dari awal hingga akhir.
Qin Xiaoxi tertegun. Ia menggigit bibir bawahnya, merasa sangat kesal. "Aku tidak peduli, pokoknya semua ini salah Qin Qing itu!"
Qin Yun menggandeng tangannya dan berjalan menuju mobil. "Dia hanyalah gadis kampung yang datang ke sini hanya untuk mengikuti ujian. Setelah besok, dia akan pergi dari ibu kota, tidak perlu ditakuti."
Mendengar itu, emosi Qin Xiaoxi perlahan mereda. Benar juga, dia hanyalah gadis kampung, setelah ujian selesai dia akan segera enyah. Lebih baik ia memikirkan cara agar Azhi tidak marah lagi.
***
Di hotel, Qin Qing dengan santai menatap tiga wajah yang tampak cemas di hadapannya.
"Tidak ada yang perlu diributkan, kalian tidak perlu terlalu khawatir," ucapnya.
Gu Niannian berkata dengan gugup, "Aku sudah bertanya-tanya, gadis itu bernama Qin Xiaoxi dari keluarga Qin. Keluarga Qin sama seperti keluarga Lu, mereka adalah keluarga besar yang berkuasa di ibu kota, masuk dalam sepuluh besar."
"Lantas kenapa?"
Dalam kamus sang ratu, tidak pernah ada kata menyerah atau mengalah. Terlebih lagi, ia selalu melakukan segala sesuatu dengan perhitungan yang matang.
Qin Qing mengeluarkan ponselnya, lalu memperdengarkan rekaman percakapan. Itu adalah suara Qin Yun yang mengancamnya di dalam ruangan tadi.
Li Yi murka, "Ini sudah keterlaluan! Kenapa, hanya mereka yang boleh juara, sementara orang lain tidak? Apa punya uang berarti bisa berbuat seenaknya!"
Xiao Xiao di sampingnya menghela napas dan berkata kepada Li Yi, "Pak Guru, terkadang orang kaya memang bisa berbuat sesuka hati."
Li Yi seketika terdiam. Ia merasa sangat frustrasi. Sebagai seorang guru, ia merasa tidak berdaya karena tidak bisa melindungi muridnya sendiri! Sungguh menyebalkan!
Qin Qing tetap tenang. Tepat pada saat itu, ponselnya berdering. Ia menunduk melihat nama yang tertera di layar, lalu tersenyum, "Tenang saja, mereka tidak akan berani melakukan apa-apa. Kalaupun terjadi sesuatu padaku, serahkan saja rekaman ini kepada polisi."
Ketiganya terdiam seribu bahasa. Siswi Qin, bagaimana bisa kau membicarakan kemungkinan dirimu dalam bahaya dengan begitu santainya?
Namun, Qin Qing sudah bangkit berdiri, mengangkat telepon itu, dan melangkah keluar ruangan.