Bab 60: Kau Bukan Putriku!
Sun Yun tentu saja tidak berani membiarkan video itu tersebar, karena bagaimanapun juga ia belum bercerai dengan Qin Guangyao. Jika itu terjadi, reputasinya akan hancur total! Di hadapan keluarga dan teman-teman, ia pun tak akan mampu mengangkat kepala! Akhirnya, ia memilih opsi kedua. Harta dibagi rata, hak asuh Qin Qing dilepaskan, lalu membiarkan Qin Guangyao menamparnya sekali.
Qin Guangyao, selama hidupnya, jangankan memukul istrinya, bahkan tak pernah memukul siapa pun! Maka ia terus ragu, menatap putrinya, ingin bicara namun tertahan. Qin Qing duduk di sana dengan sikap tenang, matanya tak beriak sedikit pun. Ia menunduk, sibuk bermain gim di ponselnya. Tanpa menoleh, ia berkata, "Hutangmu pada keluarga Sun sudah lunas. Tamparan ini, karena kau berselingkuh, mengkhianati ayah."
"Qin Guangyao, jika kau masih mengakuiku sebagai putrimu, jangan biarkan aku meremehkanmu."
Ada hal-hal yang harus dihadapi sendiri oleh si cengeng besar. Qin Qing sudah berjanji pada si cengeng kecil, akan menggantikan tugasnya berbakti kepada si cengeng besar. Namun bantuan orang lain hanya bisa menguatkan, pada akhirnya yang benar-benar bisa menolong adalah diri sendiri. Itu pelajaran yang Qin Qing dapatkan selama bertahun-tahun di dunia kiamat. Harus menjadi kuat sendiri, barulah bisa bertahan.
Qin Qing memang tidak membenarkan pria memukul wanita, tetapi kasus si cengeng besar ini terlalu khusus. Keluarga Sun dan Sun Yun memang sudah kelewatan. Qin Guangyao berdiri di depan Sun Yun dengan tatapan rumit. Mata Sun Yun dipenuhi ejekan.
Andai saja Qin Guangyao orang yang kuat, hidup mereka tak akan sampai ke titik ini. Qin Guangyao hanyalah pria penurut yang hanya bisa memasak dan terlalu lemah! Sun Yun sudah memahami betul siapa suaminya. Ia memilih opsi kedua juga karena yakin Qin Guangyao takkan berani memukulnya. Memikirkan itu, ia semakin merasa puas. Ia tertawa dingin dan mendekat ke Qin Guangyao, bahkan dengan sikap sombong menyorongkan wajahnya.
"Ayo, pukul! Kau berani? Qin Guangyao, kau memang pengecut! Kalau saja kau lebih tegas, aku takkan berselingkuh! Kalau saja kau punya pendirian, putri kita takkan tumbuh jadi anak yang susah diatur! Kau lemah, sama seperti ibumu, pengecut tak berguna, makanya diusir dari rumah..."
Plak.
Tamparan Qin Guangyao kali ini tidak ringan. Tubuh Sun Yun terhuyung, pipinya langsung memerah. Ia menutup wajahnya dengan satu tangan, menatap Qin Guangyao dengan terkejut. Qin Guangyao pun menatap tangannya dengan tak percaya, tubuhnya gemetar hebat. Wajahnya sangat buruk, mata dipenuhi kekecewaan.
Bertahun-tahun menikah, mana mungkin tanpa rasa? Selalu berkompromi, sebagian karena kasih, sebagian karena sifat. Tapi sisanya, semuanya karena cinta! Namun cinta yang pernah ada, akhirnya lenyap bersama tamparan itu. Kau boleh salah, aku bisa memaafkan. Kau salah lagi, aku bisa memaafkan sekali lagi. Tapi tak seharusnya, setelah menginjak-injak perasaanku, kau masih tega menghina aku.
Bahkan menghina putri sendiri, lalu mengolok-olok ibunya yang sudah lama meninggal!
Ia memang lemah dan tak berguna. Tapi ibu yang setia selama bertahun-tahun, juga putrinya, adalah batas terakhir yang keras dan kukuh di hati Qin Guangyao. Tak boleh ada siapa pun yang menginjaknya!
Qin Guangyao menatap Sun Yun dan berkata, "Aku tahu memukul wanita itu salah, tapi hari ini, Sun Yun, aku ingin bilang padamu."
"Aku tidak mencintaimu lagi."
Qin Guangyao dalam hati sudah merencanakan, setelah bercerai nanti, ia akan pindah ke Kota An. Membuka warung kecil di sekitar sekolah Qing, lalu menemani putrinya. Setelah putrinya lulus dan masuk universitas, ia akan pindah ke dekat kampus putrinya. Menjaga putrinya tumbuh dewasa. Kelak putrinya dewasa, menikah, punya anak, ia akan terus menjaga keluarga putrinya.
**
Urusan perceraian akhirnya selesai. Besok tinggal ke kantor catatan sipil bersama-sama. Qin Qing menguap malas, lalu berbalik hendak kembali ke kamarnya. Namun tiba-tiba ia mendengar Sun Yun berteriak histeris dari belakang, "Kau bukan putriku!"
Langkah Qin Qing terhenti sejenak.