Bab 44
Bos Acak Hiburan, Jiang Juyou, selalu merasa dirinya sedang bermain-main di dunianya sendiri dan masih terpaut jauh dari dunia hiburan yang sebenarnya. Namun, dunia hiburan yang sesungguhnya telah mulai memperhatikan perusahaan itu, terutama dengan berbagai gebrakan besar yang mereka lakukan belakangan ini, sehingga sulit untuk tidak melirik.
Menjelang akhir tahun, sangat sedikit orang yang memilih untuk mengundurkan diri pada periode ini karena bonus akhir tahun belum cair, tetapi niat untuk resign sebenarnya sudah ada di benak banyak orang.
Acak Hiburan telah pindah ke gedung baru yang memiliki sebelas lantai di atas tanah dan lima lantai di bawah tanah. Skala sebesar ini membuat siapa pun yang mendengarnya merasa perlu mengorek telinga mereka, menduga jangan-jangan mereka salah dengar.
Harus diketahui bahwa agensi-agensi hiburan terkemuka di dalam negeri saat ini saja paling-paling hanya memiliki gedung kantor setingkat tiga atau empat lantai. Sebagian besar masih menyewa satu lantai di gedung perkantoran komersial, bahkan ada yang lebih ekstrem dengan langsung menyewa unit rumah di kompleks perumahan biasa untuk dijadikan kantor.
Acak Hiburan ini sudah memiliki gedung konser sendiri, punya pusat perbelanjaan sendiri, dan tadinya semua orang mengira itu sudah puncak dari segalanya, tak disangka mereka ternyata masih memiliki sebuah gedung pencakar langit sendiri.
Hal berikutnya sudah bisa ditebak tanpa perlu berpikir panjang; mereka pasti akan membuka rekrutmen. Kabar tentang Acak Hiburan yang membuka jalur referensi internal bagi para karyawan bahkan belum sempat menyebar secara luas, tetapi sudah banyak orang yang berinisiatif datang bertanya.
Hasilnya, alangkah lebih baik jika mereka tidak bertanya; sekali bertanya, seluruh industri langsung dibuat bergemuruh.
Acak Hiburan tidak hanya akan melatih artis mereka sendiri, tetapi juga akan melatih sutradara, penulis skenario, dan staf di balik layar mereka sendiri, bahkan bidang variety show pun tidak dilewatkan. Ruangan di gedung perusahaan telah disiapkan khusus bagi orang-orang dari dua departemen lainnya, tinggal menunggu mereka masuk.
Berita ini membuat orang-orang di dalam industri akhir-akhir ini tidak memiliki waktu maupun pikiran untuk mengurus bisnis utama mereka sendiri. Begitu orang-orang berkumpul, mereka pasti mulai membahas Acak Hiburan sambil saling meraba niat satu sama lain.
Namun, pepatah tadi tetap berlaku: menjelang akhir tahun, sangat sedikit orang yang mau pergi di saat seperti ini. Kendati demikian, dengan penawaran yang begitu memikat hati banyak orang, mustahil jika tidak ada yang datang mengetuk pintu.
Dalam dua hari terakhir, Jiang Juyou berturut-turut menemui beberapa sutradara bidang variety show yang telah berpengalaman belasan tahun. Mereka semua adalah orang-orang yang telah mengundurkan diri beberapa bulan lalu dan berniat merintis usaha sendiri. Melihat resume mereka, siapa pun pasti akan mengangkat alis karena semua program yang tertulis di sana sangat dikenal oleh masyarakat seantero negeri.
Resume semacam itu sudah lebih dari cukup untuk masuk ke Acak Hiburan, tetapi dia bukanlah tipe orang yang langsung merekrut setiap pelamar yang datang.
"Tujuan Acak Hiburan adalah menjadi pemimpin industri, dan kita harus menjadi pihak yang memelopori tren. Setelah bergabung dengan Acak Hiburan, Anda mungkin akan dihadapkan pada tuntutan akan inovasi dan orisinalitas. Entah apa pandangan Anda mengenai hal ini?"
Kalimat itu diucapkannya kepada setiap sutradara variety show yang ditemuinya, dan hampir semua sutradara menyatakan persetujuan mereka. Setelah pertemuan berakhir, Jiang Juyou meminta bantuan Kak Cheng Yuan untuk mencari tahu informasi di dalam industri guna melakukan pemeriksaan latar belakang secara sederhana. Pada akhirnya, dari belasan sutradara tersebut, hanya dua orang yang direkrut. Untuk sisanya, Jiang Juyou bersama Kak Cheng Yuan mengajak mereka makan bersama satu per satu, yang sekaligus mengakhiri proses tersebut.
Dibandingkan dengan departemen variety show, pembangunan departemen film dan televisi berjalan jauh lebih cepat. Cheng Yuan sudah memiliki koneksi di bidang ini sejak awal, sehingga banyak orang yang datang bergabung, hanya saja dua figur utama yaitu sutradara dan penulis skenario masih belum menemukan sosok yang benar-benar cocok.
Melihat posisi yang tersisa di Acak Hiburan semakin sedikit, semakin banyak orang yang mulai merasa tergugah hatinya.
Acak Hiburan yang sebelumnya seolah membangun benteng di sekeliling diri mereka, di mana staf mereka hampir tidak pernah berinteraksi dengan dunia luar, membuat orang-orang tidak tahu menahu tentang keberadaan perusahaan semacam itu, apalagi mengetahui suasana di dalam internal perusahaan mereka.
Namun, sekarang keadaannya berbeda. Banyak bata dari tembok itu telah dibongkar, menyisakan sebuah celah untuk saling berinteraksi.
Dan orang-orang baru yang masuk itulah yang menjadi "celah" bagi mereka untuk memperoleh berbagai informasi.
"Perusahaan mereka ternyata benar-benar memberikan uang lembur berdasarkan durasi jam kerja, oh bukan, sekarang perusahaan kita."
"..."
"Perusahaan kita melarang keras membahas urusan pekerjaan setelah jam pulang kantor, lho! Asyik sekali!"
"Mana mungkin, ini dunia hiburan!"
"Kita punya perangkat lunak internal perusahaan yang terpadu. Segala urusan pekerjaan hanya boleh dilakukan di dalam perangkat lunak internal tersebut. Selama perangkat lunak internal itu berada dalam status bekerja, meskipun kamu lembur, kamu akan dibeli uang lemburnya. Larangan ketat untuk tidak saling menghubungi setelah jam kerja diberlakukan karena perangkat lunak internal itu hanya bisa masuk menggunakan komputer kantor. Begitu jam pulang kantor, tidak ada yang mengenal satu sama lain lagi. Tentu saja, ada juga departemen yang menambahkan kontak pribadi secara diam-diam, tetapi departemen kami tidak."
"Tunggu sebentar, aku mau menulis surat pengunduran diri sekarang juga."
"Bagaimana kalian berkomunikasi dengan pihak klien?"
"Ada program mini WeChat, di dalamnya terdapat pintu masuk khusus klien."
"Aku baru saja melihatnya, di sana tertulis jam kerja kalian dari pukul sepuluh pagi hingga enam sore, istirahat siang dari pukul dua belas hingga pukul setengah dua, libur dua hari di akhir pekan, dan menyarankan untuk menghubungi kalian pada jam kerja... Kecemburuan ini membuatku tidak selera makan."
"Hari ini kami makan pangsit untuk siang tadi, gratis."
"..."
"Tetapi perusahaan kami juga memiliki sisi yang kurang baik."
"Contohnya?"
"Kami tidak mengadakan kegiatan rekreasi bersama karyawan (team building), melainkan hanya membagikan uang secara dingin tanpa basa-basi. Baru tiga minggu masuk perusahaan sudah kebagian acara pembagian uang, membuatku hampir jantungan!"
" Surat pengunduran diri sudah kutulis, bersiaplah menyambutku."
Saat Jiang Juyou bersiap menyambut evaluasi ketiga, gelombang pelamar wawancara gelombang berikutnya kembali kedatangan perusahaan.
Pada rapat pleno hari Jumat pagi, setelah mendengarkan laporan dari bagian personalia mengenai jumlah pelamar yang datang untuk wawancara, Jiang Juyou mengerutkan keningnya karena merasa pusing, "Aku lupa memberitahumu untuk tidak menjadwalkan wawancara apa pun beberapa hari ini."
Begitu kalimat itu selesai diucapkan, kepala bagian personalia tertegun sejenak, "Kalau begitu..."
"Ini salahku, salahku. Aku terlalu sibuk akhir-akhir ini. Hari kalian saja yang menanganinya, aku begadang semalam suntuk tadi malam, agak lelah." Jiang Juyou memijat sedikit pangkal hidungnya setelah berkata demikian.
Sebenarnya, ia begadang semalam suntuk untuk membaca literatur sepanjang malam. Kemarin ia mengirimkan draf awal yang telah ditulisnya kepada dosen pembimbing, tetapi begitu dikirimkan, ia malah ditegur habis-habisan. Dosen memintanya kembali untuk membaca dengan serius karya tulisannya sendiri yang dianggap seperti kotoran anjing. Kerangka penulisannya berantakan, belum lagi literatur yang dicari juga kurang tepat.
Sebenarnya makalah tersebut tidak perlu terburu-buru diselesaikan sekarang, tetapi setelah melewati Tahun Baru, Jiang Juyou akan menjadi semakin sibuk. Ia ingin memanfaatkan waktu luang saat ini untuk segera menyelesaikannya, jika tidak, ia harus berkejaran dengan maut di kemudian hari.
Setelah membahas urusan wawancara, tibalah pada topik utama minggu ini.
"Rapat pagi hari Senin kemarin batal dilaksanakan, jadi aku lupa menyampaikan hal ini kepada kalian... Evaluasi tahap ketiga akan dilakasanakan besok, dan bulan depan adalah pertunjukan publik yang terakhir. Yang kupikirkan adalah mengadakan tur keliling bagi anak-anak sebelum pertunjukan publik final dilaksanakan. Hal ini sepertinya pernah kubicarakan sebelumnya kepada kalian." Jiang Juyou berkata demikian sambil menatap Ge Mu.
Ge Mu yang disebut namanya menganggukkan kepala. Jiang Juyou menarik pandangannya lalu melanjutkan, "Peralatan dan sebagainya tidak perlu dipindah-pindahkan, nanti orang-orangnya saja yang langsung berangkat ke sana. Hanya saja kalian perlu datang lebih awal untuk melakukan gladi resik guna memastikan kondisi peralatan."
"Beijing dan Shanghai tidak usah dimasukkan dalam daftar. Kalau urutan kotanya, Shenzhen, Changsha, Chengdu, Xi'an saja, satu kota dalam waktu satu minggu."
Setelah mendengar ucapannya, Ge Mu menghitung sejenak, "Empat minggu... Kalau begitu, kapan jadwal pertunjukan finalnya?"
Liu Jiajia dari departemen pelatihan pemula ikut bertanya, "Lalu bagaimana dengan latihan anak-anak?"
"Bukankah mereka sudah mulai libur musim dingin dalam tiga minggu ke depan?"
"Begitu cepat, tanggal berapa tahun baru Imlek tahun ini?"
"Pertengahan bulan Februari, tidak terlalu cepat."
Setelah mendengarkan diskusi dari yang lainnya, Jiang Juyou berkata, "Waktu latihan selama libur musim dingin masih sangat banyak, coba kulihat..." Sambil berkata demikian, ia membuka ponselnya untuk melihat kalender, lalu mencari informasi di internet mengenai jadwal libur musim dingin para pelajar, "Jadwalkan saja pertunjukan finalnya setelah libur Tahun Baru Imlek. Pas sekali, setelah menonton pertunjukan final, para pelajar masih bisa mengenangnya selama seminggu."
Liu Jiajia dibuat tertawa oleh ucapannya itu, "Menyisakan waktu seminggu untuk memarahimu?"
Jiang Juyou ikut tersenyum, "Tidak apa-apa, aku akan menutup kedua telingaku lalu berlari ke depan."
Interaksi bolak-balik antara keduanya itu turut memancing tawa orang-orang lain di ruang rapat. Usai tertawa, Ge Mu bertanya lagi, "Jadi, turnya berlangsung selama empat minggu, dan menyisakan dua minggu untuk latihan. Apakah kita jadwalkan mulai akhir minggu depan, atau minggu depannya lagi?"
Jiang Juyou yang telah meredakan senyumnya kembali melirik ke kalender, "Minggu depan saja. Lebih cepat dimulai lebih cepat selesai. Untuk daftar lagu panggung, kalian Yang Siyu silakan pilih."
"Baik... Kalau begitu, apakah panggung solo juga kami yang memilih?"
"Iya, pilih saja dari mereka yang belum pernah tampil solo. Pilih tujuh orang, kalau tidak salah setiap orang pernah mempersiapkan panggung solo."
"Oke."
Begitu rapat pagi selesai, Jiang Juyou kembali ke ruang kerjanya.
Alasan diadakannya tur keliling ini terutama adalah untuk kembali mengumpulkan popularitas bagi para peserta pelatihan sebelum pertunjukan final. Perasaan yang terhalang layar pada akhirnya tidak akan pernah bisa sekuat melihat orangnya secara langsung, bahkan rasa suka itu akan berlipat ganda setelah melalui berbagai kesulitan demi bisa melihat sosok aslinya.
Tentu saja, tujuannya bukan hanya demi para peserta pelatihan saja.
Sejak para penggemar mengetahui bahwa Galaksi juga memiliki gedung pertunjukan di tempat lain, mereka telah menyatakan berkali-kali bahwa mereka ingin pertunjukan publik berikutnya diadakan di kota yang berbeda. Jiang Juyou awalnya merencanakan sesi jumpa penggemar luring (offline) untuk terus menjual kartu foto (photocard). Namun setelah dipikir-pikir lagi, ia mengubah acara jumpa penggemar itu menjadi tur keliling agar uang yang dikeluarkan oleh para penggemar terasa lebih sepadan.
Alasan ia menetapkan harga tiket pertunjukan publik serendah itu sejak awal adalah agar para penggemar dapat menonton pertunjukan tanpa beban finansial, tanpa harus menabung selama satu setengah tahun lamanya hanya untuk melihat idola mereka.
Para peserta pelatihan akan mengalami masa vakum yang cukup lama setelah pertunjukan final. Meskipun nantinya akan ada variety show buatan sendiri yang menyambung popularitas mereka, pertemuan secara luring mungkin baru akan terjadi lagi saat babak debut, dan waktu paling singkat untuk itu adalah satu tahun.
Oleh karena itu, selagi masih bisa bertemu, usahakan untuk bertemu sebanyak mungkin. Sangat mungkin beberapa peserta pelatihan bahkan tidak akan bisa ditemui lagi pada babak debut nantinya.
Jiang Juyou di depan meja kerjanya menggeser-geser layar ponselnya, memeriksa pemasukan perusahaan bulan ini, yang mana yang paling utama tetaplah hasil penjualan dari toko pop-up (pop-up store).
Seluruh kegiatan tersebut akan resmi berakhir pada hari Minggu. Keuntungan dari dua hari yang berkurang itu tidak akan memengaruhi Jiang Juyou dalam melihat pembukuan.
Aktivitas toko pop-up pada dua minggu pertama sangatlah agresif, mencapai sepuluh juta hanya dalam waktu tiga hari. Pertumbuhan selanjutnya menjadi jauh lebih stabil. Kecuali segelintir penggemar kaya raya yang berselisih demi melengkapi seluruh koleksi kartu foto idola mereka, yang lainnya hanya mendapatkan apa pun yang mereka peroleh dari undian, lalu menjual kembali kartu yang duplikat. Pesanan di tempat joki belanja (jastip) dan calo pun tidak begitu banyak lagi karena para penggemar melakukan transaksi sendiri di antara mereka.
Selama empat minggu ini, total penjualan mencapai satu juta enam ratus delapan puluh ribu lembar, dengan keuntungan lebih dari tujuh puluh sembilan juta. Ini baru bagian keuntungan dari kartu foto saja, belum lagi ditambah dengan pemungutan suara berbayar di berbagai tangga lagu. Khusus untuk lokasi Beijing, karena bertempat di Gedung Galaksi, secara langsung mendongkrak omzet seluruh gedung tersebut.
Selain itu, ada pula kerja sama komersial yang berhasil dinegosiasikan.
Pertunjukan final akan dilangsungkan dalam bentuk siaran langsung (live streaming), dan siaran langsung tersebut akan disiarkan di aplikasi Dunia Kecil Galaksi. Bagian komersial dari departemen pemasaran berhasil merundingkan hak penamaan eksklusif, dan pihak seberang menawarkan harga empat juta.
Dibandingkan dengan penamaan acara variety show lain yang bisa mencapai ratusan juta, angka ini terbilang sangat kecil. Namun, karena ini hanya penamaan untuk episode terakhir saja, biaya ini sebenarnya terhitung tinggi. Awalnya pihak seberang mengatakan bahwa jika program-program sebelumnya disunting ulang dan iklan dimasukkan ke dalamnya, penawaran harga bisa ditingkatkan hingga delapan puluh juta, tetapi pada akhirnya pihak Jiang Juyou menolaknya.
Hingga saat ini, keuntungan dari kegiatan toko pop-up bulan ini, keuntungan dari area sekitarnya dan gedung, pendapatan tiket pertunjukan publik, serta uang muka yang diberikan oleh sponsor, jika dijumlahkan semuanya mencapai lebih dari delapan puluh lima juta.
Sebelum seluruh misi ini dimulai, rentetan angka ini adalah sesuatu yang sama sekali tidak berani dibayangkan oleh Jiang Juyou, tetapi pada akhirnya ia benar-benar berhasil mewujudkannya.
Ini terasa seperti mimpi, sangat mirip dengan hari-hari pertamanya saat baru mengenal sistem, di mana ia selalu ingin memastikan apakah semua ini nyata.
Di dunia ini, menghasilkan uang sungguh terlampau mudah.
-
"Judul: Makan Melon dan Berdiskusi Rasional / Pembahasan Mendadak Acak Hiburan Minggu Ini — Tur Keliling"