Bab Dua Puluh Satu: Membantunya Besar-Besaran
Lin Feifei nyaris tak bisa bernapas karena cengkeraman pria itu, buru-buru ia berkata, “Tentu saja Anda, Tuan Zhuo. Zhuo Yixuan itu cuma anak kemarin sore, mana mungkin dia bisa melawan Anda?”
Barulah Zhuo Junxuan melepaskan cengkeramannya dengan kasar, suaranya dingin, “Kerjakan dengan baik. Aku tidak percaya Zhuo Yixuan selalu akan seberuntung ini.”
Tatapan matanya yang dingin sulit ditebak, Zhuo Junxuan kemudian memberi peringatan, nadanya mengandung ancaman halus, “Selama kau patuh, keuntungan yang kau dapat bukan cuma diangkat sebagai pegawai tetap. Meski aku tak punya saham dan jabatan di Yizhuo, asal aku berkata satu kata saja, kau bisa naik jabatan. Belum lagi, keluarga Zhuo begitu besar, memberimu posisi apa pun adalah sesuatu yang diidamkan banyak orang.”
“Aku tahu, tenang saja, aku pasti akan bekerja dengan baik untuk Anda,” Lin Feifei buru-buru menunjukkan loyalitasnya.
Tatapan tajam seperti ular berbisa itu menatap Lin Feifei, bibir Zhuo Junxuan terangkat membentuk senyum sinis. “Bagaimana dengan temanmu, Xu Weiwei?”
Mata Lin Feifei sempat berkedip ragu sebelum menjawab, “Tuan Zhuo, aku baru saja ingin melaporkan. Setelah aku membuat Weiwei mabuk, tak disangka-sangka ia malah tidur bersama Zhuo Yixuan.”
Tatapan Zhuo Junxuan seketika mendingin, “Kalau aku tidak menyuruh orang meracuni bocah itu, dia tak akan berani bertindak sembarangan.”
Jika Zhuo Yixuan benar-benar jatuh cinta pada wanita itu, maka lelaki yang selama ini tak pernah punya kelemahan itu, akhirnya akan mempunyai titik lemah.
Inilah tujuannya, dengan memiliki sandera yang bisa digunakan untuk mengancam Zhuo Yixuan, menaklukkannya jadi semudah membalikkan telapak tangan.
Lin Feifei sendiri tak pernah berpikir sejauh itu. Yang ia pikirkan, kalau Xu Weiwei benar-benar menarik hati Zhuo Yixuan, bukankah itu justru membantu temannya itu?
Memikirkan itu, hati Lin Feifei dipenuhi rasa iri yang membara. Kenapa bisa begitu?
Apa istimewanya Xu Weiwei sampai bisa menarik hati Zhuo Yixuan?
Meski Lin Feifei membantu Zhuo Junxuan melawan Zhuo Yixuan, di dalam hatinya, ia justru mengagumi Zhuo Yixuan. Pria itu, laksana dewa yang sempurna, jauh lebih baik daripada Zhuo Junxuan yang penuh tipu muslihat.
Kalau saja bukan karena terpaksa, ia tak akan mau bersekongkol dengan Zhuo Junxuan.
Tentu saja, semua isi hatinya itu tak berani ia tunjukkan di depan Zhuo Junxuan.
——
“Nanti, kau tidak boleh menunjukkan bahwa kau bisa berbahasa Jerman. Hanya boleh bicara dalam bahasa Inggris dengan pihak lawan, lalu baru diterjemahkan ke dalam Mandarin dan beritahu aku, mengerti?”
Xu Weiwei bingung, “Kenapa?”
Bukankah ia di sini untuk menjadi penerjemah bahasa Jerman?
Terlebih, ia memang tak terlalu fasih berbahasa Inggris. Semasa kuliah ia hanya lulus ujian tingkat menengah, kemampuan segitu mana bisa lancar berkomunikasi dengan orang Amerika?
Alis Zhuo Yixuan sedikit berkerut, tampak jelas ia tak suka.
Ia paling tidak suka wanita yang banyak bertanya, apalagi yang suka menanyakan alasan!
Melihat itu, Wei Xin segera menjelaskan, “Nanti saat negosiasi harga, kau harus dengarkan baik-baik, lalu...”
Xu Weiwei akhirnya mengangguk, tanda mengerti.
Karena ia sudah berjanji pada Zhuo Yixuan, tentu ia akan melaksanakan tugas ini dengan sungguh-sungguh. Itu memang prinsip kerjanya.
Di ruang rapat yang luas.
Xu Weiwei menarik napas dalam-dalam, lalu mulai berbicara dalam bahasa Inggris yang tak terlalu lancar, sekadar saling menyapa.
Di hadapannya semua adalah orang asing, mana mungkin ia tidak gugup.
Terlebih ketika melihat raut wajah Zhuo Yixuan yang serius dan tegas, ia makin tak berani menganggap remeh.
Benar saja, orang asing di seberang meja terkadang berbicara dalam bahasa Jerman. Xu Weiwei mendengarkan setiap kata tanpa terlewat, sayangnya, tak ada informasi penting yang mereka ungkapkan.
“Katakan pada mereka, Yizhuo mampu menyelesaikan semua kendala teknis. Asal mereka mau menjual produk ke kita, semua masalah itu kecil. Urusan harga juga bisa dibicarakan,” ujar Zhuo Yixuan setelah berpikir sejenak, suaranya dalam dan mantap.
Xu Weiwei mengangguk, lalu mulai menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Melihat Xu Weiwei yang tampak kesulitan, bibir Zhuo Yixuan terangkat membentuk senyuman samar.
Tak lama, Xu Weiwei menerjemahkan jawaban pihak asing ke dalam bahasa Mandarin dan menyampaikan pada Zhuo Yixuan, “Mereka bilang bisa, tapi minta waktu untuk berdiskusi soal harga.”
Zhuo Yixuan mengangguk.
Beberapa saat kemudian, dua orang asing itu bangkit menuju kamar kecil.
Xu Weiwei berpikir sejenak, lalu ikut ke toilet.
Ia berdiri di depan mesin kopi di lorong, tak lama kemudian dua pria asing berpakaian rapi keluar dari kamar mandi. Mereka berbicara pelan dalam bahasa Jerman, sementara Xu Weiwei berpura-pura membuat kopi, membelakangi mereka.
Saat mereka melewatinya, mata Xu Weiwei bersinar.
Kembali ke ruang rapat.
Salah seorang asing itu berkata, “Setelah pertimbangan matang, perusahaan kami setuju menjual produk ke Yizhuo. Harga sudah didiskusikan, kurang dari lima miliar tidak bisa.”
Xu Weiwei menerjemahkan kata-kata itu untuk Zhuo Yixuan, sembari memberi isyarat dengan mata.
Wajahnya tetap tenang, namun di balik itu ia memberi tanda rahasia pada Zhuo Yixuan.
Zhuo Yixuan menangkap isyarat itu, lalu mengangguk pelan hampir tak terlihat.
“Dua miliar. Tuan Zhuo hanya bisa segitu,” kata Xu Weiwei.
Dua orang asing itu saling bertatapan, jelas terlihat keterkejutan di mata mereka.
Mereka hendak membuka mulut, masih berusaha menawar.
Melihat itu, Xu Weiwei segera memotong.
“Tak ada ruang untuk negosiasi lagi,” ujarnya tegas.
Akhirnya, kedua pria itu menggertakkan gigi, lalu mengangguk.
“Deal.”
...
“Nona Xu, Anda benar-benar luar biasa. Kalau tadi bukan Anda yang menangani, harga akhirnya pasti jauh lebih tinggi, mungkin kita harus bersusah payah menawar,” puji Wei Xin begitu mereka keluar dari gedung kantor.
Melihat wajah terkejut dua orang asing tadi, Wei Xin rasanya sangat puas!
Bisa membeli produk mereka dengan harga serendah itu, semua berkat Nona Xu!
Presiden benar-benar memilih orang yang tepat!
Bahkan kalau penerjemah Jerman sebelumnya tidak cuti sakit, belum tentu bisa sebaik Nona Xu!
Mendengar itu, Xu Weiwei mendelik, “Kau ini sedang memuji atau menyindirku?”
Siapa sangka tadi saat mencuri dengar, ia begitu tegang, rasanya benar-benar seperti jadi mata-mata!
Wei Xin spontan menjawab, “Tentu saja memuji!”
Zhuo Yixuan melirik ke arahnya, sudut bibirnya terangkat, tampak suasana hatinya sangat baik.
“Kerjamu bagus,” ia berkata singkat. Mendapat pujian dari Zhuo Yixuan, orang biasa pasti akan sangat senang.
Sayangnya, Xu Weiwei bukan orang biasa.
Ia sama sekali tak tergerak oleh pujian Zhuo Yixuan.
Dengan alis terangkat, Xu Weiwei berkata datar, “Kalau tak ada keperluan lagi, aku pamit dulu.”
Sekarang sudah siang, ia juga harus pulang.
Zhuo Yixuan langsung menahan tangannya, wajahnya serius, “Aku traktir makan siang, anggap saja sebagai ucapan terima kasih.”
Wei Xin yang melihat tingkah canggung bosnya di samping, diam-diam berdecak kagum, tak menyangka presiden mereka juga punya sisi seperti ini!