"Apakah kamu tidak tahu sendiri sudah membuat masalah?" Di hari pertama magang, Siti Wiwi melakukan kesalahan yang dianggap 'tak termaafkan'. Sejak saat itu, ia harus menghadapi segala tantangan, melewati berbagai cobaan... Sialan! Ia tidak mau lagi, apa tidak bisa kalau ia berhenti saja? Siti Wiwi... mengangkat kepala, membusungkan dada dan mengayunkan pinggul, menatap seseorang dengan penuh amarah, saat ini ia harus menunjukkan tekadnya! Namun, sang direktur justru tersenyum tipis. "Tidak bisa." "Atau mungkin, kamu ingin menebus kesalahanmu dengan cara lain? Hm?" Udara hangat menerpa wajahnya, suara dalam dan serak itu langsung menggetarkan saraf Siti Wiwi, dan... tangannya mau diletakkan di mana! Astaga~ "Saya salah, Tuan Direktur."
Di Kota L, siapa yang tak kenal Grup Zhur, perusahaan papan atas yang telah bertahun-tahun bertengger di puncak? Namun, dibandingkan Grup Zhur, beberapa tahun belakangan ini justru perusahaan lain yang namanya semakin melambung, yakni Yizhur. Yizhur bahkan tengah bersiap melantai di bursa, dan nyaris menjadi raksasa baru setelah Grup Zhur. Namun, pada konferensi pers menjelang peluncuran saham, insiden pun terjadi.
“Orangnya di mana?”
Suara dingin itu terdengar, dan Xu Weiwei yang masih mabuk berat didorong begitu saja hingga terjatuh ke lantai.
“Aduh... sakit sekali.”
“Urusan sepenting konferensi pers malah diserahkan pada seorang magang, hebat sekali.”
Mendengar suara sedingin es itu, Xu Weiwei refleks menggigil, kesadarannya pun mulai pulih. Tapi, ini apa maksudnya? Bukankah ia seharusnya ada di rumah? Tunggu, tidak, kemarin ia akhirnya berhasil menata ruangan konferensi pers sesuai rencana, begitu senang sampai ingin merayakannya bersama rekan-rekan kerja, lalu... lalu ia tak ingat apa-apa lagi!
Tubuhnya sakit semua! Siapa yang melemparkannya sekeras itu? Tidak tahukah bisa mencelakakan orang? Xu Weiwei menggeleng pelan, matanya menatap pria di depannya dengan bingung. Anehnya, mengapa ia merasa pria itu begitu familiar? Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya? Tapi, tatapan merendahkan dari pria itu maksudnya apa?
Xu Weiwei manyun, kesal bertanya, “Kamu siapa?”
“Aku memang cuma magang, lalu kenapa? Siapa bilang magang tak bisa menata konferensi pers? Ini cuma soal ruangan, jangan remehkan aku!”
Orang-orang di sek