Bab 130: Ini Masih Permainan?
Halaman (1/3)
Wajah Wu Shaochen menunjukkan sedikit rasa tidak nyaman. Bagaimanapun, ini bukan permainan. Beberapa manusia hidup tiba-tiba menghilang—orang normal mana pun pasti sulit menerimanya. Namun, Wu Shaochen segera menenangkan diri. Mereka bahkan sudah datang ke rumahnya untuk menangkapnya. Masa ia masih harus membiarkan mereka begitu saja?
Wu Shaochen kemudian berbalik dan menatap Zi You dengan mata membelalak, lalu menanyakan sesuatu yang sejak tadi mengganjal di benaknya.
“Kenapa kau bisa muncul di sini?”
“Bukankah sudah kukatakan? Kita terikat kontrak. Di mana pun kau berada, aku juga bisa berada di sana,” jawab Zi You sambil tersenyum penuh arti.
“Tapi itu hanya permainan!”
“Kau sendiri sudah mulai curiga, bukan? Lalu kenapa masih menganggapnya hanya permainan?” Zi You mengangkat bahu.
“Sudahlah, pikirkan sendiri perlahan-lahan. Aku benar-benar tidak menyukai suasana di sini. Aku pergi dulu.”
Setelah berkata demikian, Zi You menghilang dari tempatnya berdiri.
Sementara itu, Wu Shaochen tenggelam dalam lamunan. Memang, sejak lama ia merasa ada yang tidak beres dengan permainan bernama Nubuat Ilahi itu. Hanya saja, ia tidak bersedia mempercayainya. Kemunculan Zi You hari ini telah sepenuhnya mengguncang seluruh pemahamannya tentang dunia.
Ia mengulurkan tangan. Benar saja, ada sebuah tanda di jarinya—tanda Cincin Semesta.
“Sepertinya ini memang bukan sekadar permainan,” gumam Wu Shaochen dalam hati.
Ia menatap lekat tanda di jarinya. Tiba-tiba, sebuah gambaran muncul di hadapannya—gambaran yang sangat dikenalnya. Itu adalah ruang di dalam Cincin Semesta. Ia mengenal semua benda yang ada di sana, karena benda-benda itu adalah barang yang dahulu ia masukkan ke dalam cincin melalui permainan.
“Jangan-jangan…”
Napas Wu Shaochen mendadak menjadi cepat. Ia memusatkan pikirannya pada sebuah gulungan, lalu membatin, “Keluarkan.”
Sesaat kemudian, ia mendapati sebuah gulungan kuno berada di tangannya. Bentuknya persis sama seperti yang ada di dalam permainan, hanya saja tidak disertai keterangan apa pun.
“Benar-benar bisa?” Wu Shaochen membelalakkan mata. “Apakah bisa digunakan?”
Ia tidak yakin, tetapi merasa seharusnya benda itu memang dapat digunakan. Bagaimanapun, manusia hidup seperti Zi You saja bisa muncul di dunia nyata. Apa lagi yang bisa lebih tidak masuk akal daripada itu?
Mengingat tangannya yang sebelumnya terluka sayatan lalu pulih tanpa sebab, Wu Shaochen akhirnya memperoleh jawabannya. Seharusnya semua itu berkaitan dengan Mutiara Dunia Arwah. Ia sudah lama mencurigainya, hanya saja enggan menerimanya.
“Apakah semua artefak ilahi bisa diwujudkan di dunia nyata? Atau hanya peralatan yang sudah mengakui pemiliknya yang dapat muncul di dunia nyata?”
Wu Shaochen berhasil memecahkan banyak keraguan sebelumnya, tetapi ternyata semakin banyak pertanyaan baru yang muncul.
“Sudahlah. Nanti saat masuk ke permainan, aku akan bertanya kepada penyihir wanita itu. Dia pasti tahu banyak hal,” gumamnya.
Tak lama kemudian, Wu Shaochen mengernyitkan dahi.
“Di mana sebenarnya letak kesalahannya? Aku sendiri jelas tidak membocorkan apa pun. Jangan-jangan dari pihak Ziyin?”
Memikirkan hal itu, Wu Shaochen segera naik ke lantai atas dan mengambil telepon selulernya. Namun, ketika hendak menelepon Wu Ziyin, ia baru menyadari bahwa teleponnya tidak mendapat sinyal.
“Orang-orang ini benar-benar profesional.”
Dengan terpaksa, Wu Shaochen keluar dari vila. Ia terus berjalan cukup jauh hingga akhirnya mendapat sinyal. Meskipun malam telah larut, ia tetap menelepon Wu Ziyin. Telepon itu berdering cukup lama sebelum akhirnya diangkat. Kemungkinan besar, Wu Ziyin sedang tidur.
“Halo, Kak. Kenapa meneleponku selarut ini?” Suara Wu Ziyin terdengar mengantuk dari seberang.
Halaman (1/3)
Halaman (2/3)
“Ziyin, hari ini kau terus bersama Weiwei?”
“Iya. Kenapa?”
“Apakah kalian pernah memberitahukan kepada orang lain bahwa aku adalah Sang Tersegel?”
“Tidak. Bukankah Kakak pernah bilang bahwa nyawamu akan terancam kalau orang lain mengetahui identitasmu? Mana mungkin aku memberitahukannya kepada orang lain. Weiwei juga tidak mengatakannya. Kami terus bersama sepanjang waktu. Ada apa, Kak? Jangan-jangan seseorang sudah mengetahui tentangmu?”
Wu Ziyin seketika menjadi sadar sepenuhnya.
“Coba pikirkan lagi baik-baik. Mungkinkah kau tanpa sengaja keceplosan?”
Wu Shaochen kembali bertanya.
Wu Ziyin berpikir serius selama beberapa saat. Tiba-tiba, ia teringat bahwa ucapan Weiwei di kantin memang cukup keras. Namun, saat itu kantin juga sangat bising, sehingga ia mengira tidak ada yang memperhatikannya. Setelah mengingat hal tersebut, Wu Ziyin segera menceritakan semua kejadian di kantin kepada Wu Shaochen.
“Benar dugaanku.”
Setelah mendengar penjelasan itu, Wu Shaochen akhirnya memahami apa yang telah terjadi.
“Kak, apakah seseorang sudah mengetahui tentangmu?” tanya Wu Ziyin dengan cemas.
“Tidak apa-apa. Jangan terlalu banyak berpikir. Kau tidur saja dulu. Besok aku akan menghubungimu lagi.”
Wu Shaochen tidak segera memberitahukan semuanya kepada Wu Ziyin. Dengan sifat adiknya itu, ia pasti tidak akan bisa tidur malam ini. Ia harus lebih dulu memikirkan cara menghadapinya.
Setelah menutup telepon, Wu Shaochen mulai berpikir. Karena pihak lawan mengetahui identitasnya dari Ziyin, jika mereka tidak mampu menghadapinya secara langsung, mereka pasti akan menargetkan Ziyin.
“Aku harus lebih dulu bertanya kepada penyihir wanita itu apakah ada cara untuk mengatasinya. Kalau tidak ada, aku hanya bisa menjemput Wu Ziyin kemari,” gumamnya.
Sesampainya di rumah, Wu Shaochen langsung berbaring di dalam kapsul permainan dan kembali memasuki permainan. Hal pertama yang dilihatnya adalah Zi You, yang sedang berbaring bosan di dalam ruang hewan peliharaan sambil memotong kuku kakinya.
Sudut bibir Wu Shaochen berkedut. Gunting kuku itu miliknya. Jangan-jangan Zi You juga bisa membawa benda-benda dari dunia nyata ke dalam permainan?
“Kau…”
“Jangan bertanya. Sekalipun kau bertanya, aku tidak akan menjawab. Mengetahui terlalu banyak sekarang tidak baik bagimu. Kau hanya perlu tahu bahwa kau harus segera menjadi lebih kuat. Ini adalah… manfaat yang diberikan oleh otak pusat kepada kalian. Setelah kekuatanmu cukup, kau akan mengetahui semuanya.”
Wu Shaochen baru membuka mulut, tetapi Zi You sudah lebih dulu memotong ucapannya.
“Baiklah, aku hanya ingin menanyakan beberapa hal. Kalau tidak, aku tidak bisa merasa tenang.”
Wu Shaochen berkata, “Pertama, apakah kemampuan yang ada di dalam permainan dapat dibawa ke dunia nyata?”
“Ya.”
Halaman (2/3)
Halaman (3/3)
“Kalau begitu, kenapa aku tidak bisa merasakannya?”
“Kekuatanmu belum cukup!”
“Lalu, seberapa kuat aku harus menjadi?”
Wu Shaochen kembali bertanya, tetapi Zi You langsung tidak menjawab.
“Baiklah. Pertanyaan berikutnya, kenapa kemampuan Mutiara Dunia Arwah dan Cincin Semesta bisa diwujudkan di dunia nyata, sedangkan peralatan lain tidak?”
“Karena keduanya telah mengakui pemiliknya!”
Wu Shaochen mengangguk. Jawaban itu kurang lebih sesuai dengan dugaannya.
“Pertanyaan ketiga, tempat ini sebenarnya permainan atau dunia nyata?”
“Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Bagi kalian, tempat ini memang permainan. Kau tidak perlu terlalu memikirkannya. Tingkatkan saja kekuatanmu di dalam permainan.”
“Oh, kalau begitu masih ada…”
“Tidak boleh bertanya lagi!”
Wu Shaochen mengerucutkan bibir. Wanita ini benar-benar pemarah.
Setelah berpikir sejenak, Wu Shaochen berkata, “Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi. Ada masalah yang cukup serius. Orang-orang itu mengetahui identitasku dari adikku. Kalau mereka tidak mampu menghadapiku, mereka pasti akan menargetkan adikku. Saat itu, dia akan berada dalam bahaya. Apakah ada cara untuk melindunginya?”
“Apa urusannya denganku kalau adikmu dalam bahaya?”
“Kau!” Wu Shaochen berkata dengan kesal, “Dia adikku! Kalau dia sampai ditangkap, aku pasti akan pergi menyelamatkannya. Kalau sesuatu terjadi padaku, kau juga akan ikut celaka!”
Kini Wu Shaochen mulai memahami arti berbagi kehidupan dalam kontrak setara itu. Pada awalnya, ia mengira maksudnya hanya kehilangan tingkat dalam permainan. Namun, sekarang ia tahu bahwa masalahnya jelas tidak sesederhana itu. Kalau tidak, wanita ini tidak mungkin turun tangan hari ini. Dia pasti takut jika sesuatu terjadi padanya, dirinya juga akan ikut terseret.
Zi You mengernyitkan dahi, lalu berkata tanpa daya, “Nanti suruh adikmu masuk ke permainan. Aku akan membuat serigala bodoh itu memperoleh kemampuan untuk berpindah sementara ke dunia nyata. Ia adalah Serigala Langit Pengaum Bulan, dan kepekaannya terhadap bahaya bahkan lebih kuat dariku. Jika benar-benar ada bahaya, biarkan ia yang bertindak. Setelah ia sepenuhnya terbangun, ia akan mampu berpindah sendiri.”
Mata Wu Shaochen berbinar.
“Baik, kita lakukan begitu. Dengan kekuatan Serigala Perak, tidak akan ada seorang pun di dunia nyata yang mampu menggoyahkannya.”
Halaman (3/3)