Bab Empat Puluh Empat Siapa Versi Palsu
Chen Yueyun merasa sangat marah.
Ia dicegah untuk pergi, kartu aksesnya dirampas, dan saat ia mencoba menelepon polisi, sambungannya mengalami gangguan sehingga panggilan tidak dapat tersambung, bahkan sekadar memanggil petugas keamanan pun tidak bisa.
Suara sengatan listrik yang kecil namun tajam terdengar. Chen Yueyun yang berwajah kesal langsung menoleh tajam ke arah pintu. Tak lama kemudian, pintu terbuka, tetapi orang yang masuk bukanlah orang yang tadi.
"Kalian ini siapa sebenarnya! Apa mau kalian!" Chen Yueyun hampir kehilangan kendali. "Jika kalian terus begini, aku benar-benar akan melapor ke polisi!"
Xun Yicheng dan Lin Cuo secara bersamaan mengeluarkan kartu identitas dan menunjukkannya tepat di depan wajahnya. "Kami adalah polisi. Ada apa?"
Melihat lencana polisi di tangan kedua orang itu, Chen Yueyun tertegun sejenak. Panik tampak jelas di wajahnya. "Polisi? Kejahatan apa yang telah kulakukan hingga polisi datang mencariku?"
"Kenapa kami datang, apa kau tidak tahu?" Xun Yicheng menyipitkan mata sambil tersenyum. "Tadi malam Tuan Lin Qi datang menemui Nona Chen selama hampir separuh malam, apa dia tidak memberitahumu apa yang sebenarnya terjadi?"
"Kalian..." Chen Yueyun tidak menyangka mereka mengetahui kedatangan Lin Qi menemuinya, tetapi ia segera memulihkan ekspresinya. "Lalu kenapa? Kami berdua adalah teman, apa urusannya dengan kalian jika dia datang menemuiku malam-malam?"
"Teman?" Pada saat ini, Lin Cuo tersenyum. "Teman datang berkunjung, tetapi Nona Chen begitu terburu-buru ingin pergi?"
Koper Chen Yueyun disembunyikan di balik sofa, hanya menyisakan bekas roda yang terlihat. Mendengar ucapan itu, ia tanpa sadar melirik ke belakang. "Aku ingin pergi ke mana pun aku suka. Kenapa, jika kalian ingin menangkapku, tunjukkan buktinya."
"Apa yang ditakuti Nona Chen." Lin Cuo tersenyum, membuat hati Chen Yueyun berdegup kencang karena cemas. "Mumpung sudah datang, lebih baik kita duduk dan mengobrol."
Wajah Chen Yueyun tampak memburuk, menatap Lin Cuo dan Xun Yicheng dengan penuh kemarahan.
"Fu Xin, Fang Shiya, kenal kan?" Lin Cuo langsung pada intinya. Begitu duduk, ia meletakkan foto-foto Fu Xin dan Fang Shiya di hadapan Chen Yueyun.
Yang terpenting, kali ini Lin Cuo mengeluarkan foto-foto di tempat kejadian perkara tewasnya Fu Xin dan Fang Shiya.
Wajah Chen Yueyun seketika pucat pasi, dipenuhi rasa ngeri.
"Orang-orangnya kau kenal, pakaiannya seharusnya juga kau kenal. Jadi, jelaskan." Lin Cuo menyimpan kembali fotonya. "Bagaimana kalian bisa kenal? Bagaimana cara memperkenalkan mereka masuk ke klub? Apakah kematian Fu Xin dan Fang Shiya ada hubungannya denganmu?"
Warna darah di wajah Chen Yueyun surut sepenuhnya. Setelah terdiam cukup lama, ia baru berkata, "Apa yang kalian bicarakan? Aku tidak tahu apa-apa!"
"Kalau tidak tahu, dipikirkan baik-baik." Nada bicara Lin Cuo ringan namun penuh tekanan. Menghadapi wanita seperti ini, Chen Yueyun yang biasanya angkuh pun merasakan tekanan yang besar.
Lin Cuo hanya butuh beberapa patah kata untuk menghancurkan benteng pertahanan mental Chen Yueyun. Xun Yicheng memanfaatkan kesempatan itu untuk berbicara. "Nona Chen, kami bukannya ingin bertindak semena-mena, kalau tidak, kami juga tidak akan repot-repot mendatangi Anda. Anda harus tahu, para tersangka biasanya langsung kami panggil ke kantor."
"Lalu?" Jawablah dengan kooperatif, dan kami pasti tidak akan salah menuduh Anda."
Chen Yueyun terdiam sejenak. Saat itulah ia menyadari reaksinya barusan terlalu berlebihan, sementara tatapan mata wanita di depannya memberinya tekanan yang luar biasa. Ia tanpa sadar menggigit bibir bawahnya, meremas jemarinya, dan akhirnya berhasil menemukan kembali sedikit keangkuhannya.
"Baik, aku akui, aku memang mengenal mereka. Pakaian yang mereka kenakan juga aku yang mendesainnya, tetapi kematian mereka sama sekali tidak ada hubungannya denganku! Jika kalian bersikap begini, aku bisa melaporkan kalian atas pencemaran nama baik!"
"Bagaimana kalian bisa berkenalan?" tanya Lin Cuo, sama sekali tidak mengindahkan ancamannya.
Chen Yueyun mengerutkan kening dengan tidak senang. "Bagaimana lagi kenalnya? Kami semua berada di lingkaran yang sama, bukankah wajar kalau saling kenal? Aku lupa di acara yang mana persisnya, pokoknya di sebuah acara."
Bola matanya berputar ke sana kemari, tangannya terus bergerak gelisah saat berbicara. Lin Cuo bisa langsung menebak bahwa ia sedang berbohong.
"Lalu kesempatan apa yang membuatmu memperkenalkan mereka berdua untuk bergabung dengan klub?" tanya Lin Cuo lagi.
Chen Yueyun tampak kesal. "Apa lagi alasannya? Setelah saling kenal, mereka memohon agar aku memperkenalkan mereka untuk masuk. Hal seperti itu, bagiku hanyalah perkara sepele. Kenapa, aku senang melakukannya, tidak boleh?"
Lin Cuo tidak menjawab pertanyaannya, membuat kepercayaan diri yang susah payah dibangun oleh Chen Yueyun merasa terpukul. Di satu sisi ia merasa harga dirinya diserang, di sisi lain ia takut Lin Cuo terus mencecarnya dengan satu pertanyaan itu.
Para wanita cantik yang berada di dalam satu ruangan yang sama selalu saja ada yang merasa tidak senang, seperti keadaannya sekarang. Chen Yueyun merasa sangat muak melihat Lin Cuo.
"Fu Xin dan Fang Shiya sama-sama meneleponmu sebelum mereka mati. Apa yang kalian bicarakan? Apakah mereka mengatakan sesuatu yang aneh?"
"Tidak ada!" Jawab Chen Yueyun tanpa berpikir panjang. "Di masyarakat sekarang ini, menelepon itu wajar! Hanya karena kebetulan meneleponku sebelum tewas, lantas aku menjadi tersangka? Yang kami bicarakan adalah pameran Lolita yang akan diadakan beberapa waktu ke depan. Ucapan aneh apa? Aku sama sekali tidak tahu, dan seandainya ada pun aku tidak akan peduli! Mereka bukan siapa-siapaku!"
"Maksudmu, hubungan kalian tidak begitu dekat, begitu?" Lin Cuo menatapnya lekat-lekat. Tatapan mata itu begitu menekan hingga membuat Chen Yueyun merasa bersalah tanpa sadar.
"Ya, siapa aku, dan siapa mereka?" Chen Yueyun mencemooh. "Lagi pula, membunuh kan butuh bukti? Aku punya alibi! Kalian selidiki saja sepuasnya, buktinya ada di sana. Apa kalian masih bisa salah menuduhku?"
Sudut bibir Lin Cuo terangkat. "Begitu ya. Nona Chen bergerak sangat cepat, hanya dalam semalam sudah memikirkan alasan sampai sejauh ini."
"Apa yang kau bicarakan!" Chen Yueyun berdiri dengan kesal. "Jangan memperlakuku dengan cara kalian memperlakukan seorang pembunuh!"
Lin Cuo meliriknya sekilas dengan acuh tak acuh. "Kepada pembunuh, kami tidak bersikap sesopan ini."
Wajah Chen Yueyun semakin memburuk. Baru saja ia hendak membuka mulut, ucapannya sudah dipotong oleh Lin Cuo.
Lin Cuo berkata, "Nona Chen, Anda bilang hubungan Anda dengan Fu Xin dan Fang Shiya biasa saja. Namun, menurut penyelidikan kami, Fu Xin dan Fang Shiya sama-sama memiliki banyak pakaian bergaya Lolita yang harganya tidak murah. Sebagian besar di antaranya adalah rancangan Anda, bahkan ada beberapa yang merupakan edisi terbatas atau bahkan belum sempat dirilis ke publik. Bagaimana Anda menjelaskan hal ini?"
Kepalan tangan Chen Yueyun di kedua sisinya mengeat erat. Ia sebenarnya sudah menduga hal ini akan menimbulkan masalah, tetapi ia tidak menyangka akan serumit ini. Pada akhirnya, orang tetap bisa melihat kejanggalannya.
"Lalu kenapa? Hanya beberapa potong pakaian, apa itu sulit bagiku? Seorang desainer merancang pakaian, lalu meminta dua orang mencobanya untuk melihat masalah pada pola bajunya. Memberikan dua potong pakaian sebagai bentuk terima kasih kepada mereka, apa itu melanggar hukum, Nona Polisi?" ucap Chen Yueyun, mencoba mempertahankan pembelaan diri.
Xun Yicheng melirik Lin Cuo dengan perasaan cemas. Berdasarkan pengalaman mereka, sekilas saja sudah terlihat bahwa Chen Yueyun sedang tidak jujur, tetapi apa yang dikatakan wanita itu secara logika memang tidak bercacat.
Sebaliknya, Lin Cuo sama sekali tidak peduli. Dengan tenang ia membolak-balik ponselnya dan menyempatkan diri mengirimkan dua pesan. Baru setelah Chen Yueyun selesai bicara, ia perlahan-lahan membuka suara. "Nona Chen mulai terkenal di lingkaran desain Lolita sejak dua tahun lalu, benar kan?"
Chen Yueyun tidak mengerti apa maksud dari ucapannya itu.
Lin Cuo bertanya perlahan kepada Xun Yicheng, "Kak Xun, perubahan pada diri Fu Xin dan Fang Shiya, mulai terjadi sejak kapan?"
Xun Yicheng tertegun, tetapi ia langsung memahami maksud di balik perkataan Lin Cuo.
"Semester pertama tahun pertama kuliah, sampai sekarang... Ah, pas sekali, juga tepat dua tahun."
Wajah Chen Yueyun mendadak berubah. Warna darah yang susah payah kembali kini memudar lagi, bahkan menyisakan kepanikan yang tak mampu ia kendalikan.
"Omong kosong apa yang kalian bicarakan!" Chen Yueyun melangkah maju, mencengkeram lengan Xun Yicheng dan bersiap mengusir mereka. "Jika kalian terus mengulur waktu, aku akan ketinggalan pesawat. Apakah kalian mampu mengganti rugi jika kerja samaku sampai gagal!"
Lin Cuo berdiri, tetapi tatapannya tetap terkunci pada wanita itu. "Dua tahun lalu... Nona Chen, tahukah kamu, pakaian yang dikenakan oleh Fu Xin dan para korban justru jauh lebih unggul dibandingkan dengan pakaian asli buatanmu."
Xun Yicheng bisa merasakan dengan jelas bahwa cengkeraman tangan Chen Yueyun di lengannya semakin menguat.
Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk menarik lengannya pelan-pelan sambil berkata, "Apa nama baju itu? Oh ya, yang satu bernama Bayangan Kematian, dan satu lagi Senyuman Malaikat."
Nama-nama itu bagaikan petir yang menyambar langsung ke bumi. Chen Yueyun merasa kepalanya berdengung hebat, hingga ia mau tak mau harus mundur dua langkah dengan mata dipenuhi ketiakutan.
"Omong kosong! Rancangan akulah yang asli! Bagaimana mungkin ada pakaian yang lebih unggul dari versi aslinya? Kalau begitu, untuk apa lingkaran kita ini membedakan mana yang asli dan mana yang tiruan! Kalian tahu tidak, betapa memalukannya barang tiruan di lingkaran ini!"
Melihat kondisi Chen Yueyun yang tampak mulai runtuh, Lin Cuo kembali berujar dengan nada tenang, "Benar, kelihatannya memang sangat memalukan."
Tiba-tiba, Lin Cuo melontarkan sebuah pertanyaan tanpa diduga, "Nona Chen, kalau begitu, di antara rancanganmu dan rancangan yang ada pada tubuh korban, manakah yang merupakan barang tiruan?"