Bab 7 Awal Kemunculan Kekuasaan Ilahi
Memang benar ada seseorang yang terlempar keluar. Namun, tampaknya itu bukan si Kerangka Kecil. Melainkan...
“Uhuk uhuk...” Diiringi batuk berturut-turut, sebuah sosok merangkak bangkit dengan susah payah dari kejauhan.
Itulah Chu Weiwei. Wajahnya dipenuhi ekspresi tak percaya.
“Bagaimana mungkin?” gumamnya, “Hanya seekor kerangka belaka.”
Chu Weiwei benar-benar tercengang. Baru saja ia sedang mencuri pandang ke arah Feng Linger, tiba-tiba kekuatan mengerikan telah menghantam tubuhnya, melemparkannya puluhan meter jauhnya.
Andai tubuhnya tidak terlatih sejak kecil, mungkin ia harus langsung masuk rumah sakit. Namun kini...
Sepasang matanya menatap tajam ke arah kerangka putih yang dari kejauhan tampak tak berbahaya. Chu Weiwei menggenggam erat pedang panjang di tangannya.
“Tidak, ini tidak mungkin,” desisnya, lalu sekali lagi menerjang ke arah Kerangka Kecil.
Namun berbeda dari sebelumnya, kali ini seluruh tubuhnya memancarkan cahaya samar. Itu adalah kekuatan sihir.
Sihir itu menyelimuti tubuhnya, secara drastis meningkatkan kekuatan dan kecepatannya.
“Mau coba lagi?” Dalam hati, Yu Ziyu menyadari ini adalah dunia yang sangat dikenalnya di kehidupan sebelumnya, sehingga ia sengaja menahan diri. Namun tidak disangka, wanita ini masih saja keras kepala.
“Kalau begitu...”
Saat pikirannya berputar, tubuh Yu Ziyu tiba-tiba menghilang dari tempatnya.
Tak lama setelah ia lenyap,
“Tap tap tap...” Suara langkah kaki cepat baru terdengar.
Itulah langkah kilat—teknik berlari cepat dengan menghentakkan kaki ke tanah, memanfaatkan daya pantul untuk bergerak secepat kilat.
Dan pada detik berikutnya,
“Duar...”
Chu Weiwei hanya merasakan angin kencang menerjang. Sebelum sempat bereaksi, sebuah cakar tulang telah menimpa dadanya.
“Buk!”
Hanya terdengar suara dentuman keras, tubuh Chu Weiwei kembali terlempar jauh dan jatuh menghantam tanah.
Namun, berbeda dari yang sebelumnya, kali ini rasa sakit yang tak terbayangkan menusuk dari dadanya—bagian paling sensitif miliknya. Sebagai gadis yang belum pernah tersentuh siapa pun, mana sanggup ia menahan kekuatan sebesar itu?
Dengan gigi menggigit bibir, Chu Weiwei menahan sakit sembari menutupi dadanya. Samar-samar, terlihat sedikit warna putih tersingkap.
Satu serangan itu bukan hanya membuatnya terhempas, tapi juga merobek baju bagian dadanya.
“Kau...kau ingat ini!” Dengan menahan perih luar biasa, Chu Weiwei melontarkan ancaman.
Lalu masih menahan dadanya, ia berlari menjauh.
***
“Ada apa sebenarnya?” Feng Linger tampak bingung, wajahnya penuh tanda tanya.
Kerangka yang ia panggil, ternyata berhasil mengusir Chu Weiwei. Bahkan, sepertinya membuatnya menangis.
“Jangan-jangan aku salah dengar, tapi tadi suara Chu Weiwei seperti orang yang hampir menangis.”
Ekspresi Feng Linger berubah-ubah. Akhirnya, ia pun menatap kerangka kecil yang tampak biasa saja itu.
Luar biasa, seekor kerangka bisa sehebat ini?
Padahal, Chu Weiwei itu siapa? Di kelas, ia termasuk yang terbaik. Bahkan di seluruh sekolah, namanya cukup terkenal.
Tapi sekarang...
***
“Lumayan juga rasanya.” Meski tubuhnya sudah tak berbalut daging, namun jiwa Yu Ziyu tetap menyelimuti tulang-tulangnya.
Itu memberinya sensasi yang berbeda dengan manusia. Ia memang tak bisa merasakan sakit, tapi ia dapat mengindra suhu dan keras-lembutnya benda.
Barusan, sebuah sensasi lembut dan berbeda mengalir ke hatinya.
Tak bisa dipungkiri, ia merasa rindu. Sejak pergi ke Tanah Pemakaman, yang ia lihat hanyalah kerangka di mana-mana.
Baru kali ini ia melihat dan merasakan kelembutan yang demikian.
Namun kini...
Perlahan menengadah, Yu Ziyu menatap gadis yang tak jauh darinya.
“Jadi, inikah pemanggilku?”
Dalam hati, Yu Ziyu perlahan memahami situasinya sekarang.
Sepertinya ia bereinkarnasi dari Bintang Biru ke Tanah Pemakaman, menjadi salah satu kerangka di sana.
Kemudian, mungkin karena nasib atau secuil keterikatan dengan Bintang Biru, ia dipanggil kembali oleh seorang penyihir kematian dari Bintang Biru.
Meski ia tidak tahu kenapa tiba-tiba di Bintang Biru ada penyihir kematian, ia tahu harus memanfaatkan kesempatan ini.
“Andai penyihir kematian ini meninggalkanku, bisa jadi aku kehilangan ikatan dengan Bintang Biru.”
“Jika ingin kembali nanti, itu pasti sangat sulit.”
Bagaimanapun, dunia di luar Tanah Pemakaman jumlahnya tak terhitung. Bintang Biru hanyalah setitik di lautan semesta.
Siapa tahu, lain kali penyihir kematian dari dunia mana yang akan memanggilnya.
Jadi...
Kontrak, harus segera diikat.
Berdasarkan ingatannya, Yu Ziyu tahu, makhluk undead hanya bisa dipanggil kembali berulang kali jika sudah mengikat kontrak dengan penyihir kematian.
Kontrak adalah penghubung antara makhluk undead dan penyihir kematian.
Lebih dari itu, kontrak berfungsi sebagai penanda posisi—penyihir kematian bisa melacak keberadaan makhluk undead melalui kontrak itu.
Inilah sebabnya Yu Ziyu menunjukkan kekuatannya di hadapan gadis ini.
***
Hanya kekuatan yang cukup bisa mendapatkan pengakuan.
Hanya dengan kekuatan pula, gadis itu akan benar-benar menganggap kehadirannya.
“Tap, tap...” Langkah demi langkah, Yu Ziyu perlahan berjalan mendekati gadis itu.
Bersamaan dengan itu, aura kuat perlahan-lahan menyebar.
“Duar...”
Udara seakan menjadi sangat kental, Feng Linger merasa napasnya mulai sesak.
Dan entah mengapa... jantungnya berdebar makin cepat.
Gugup... takut... atau sesuatu yang lain...
Feng Linger tak mengerti.
Tapi ia tahu pasti, kerangka yang ia panggil ini tidaklah biasa.
Bisa jadi, inilah yang disebut ‘Kerangka Mutan’ dalam legenda.
Kerangka Mutan, karena mutasi atau sebab lain, berevolusi ke wilayah yang tidak diketahui...
Mereka biasanya sangat kuat dan penuh misteri.
Keberadaannya sangat langka.
Dan sekarang...
Kerangka di hadapannya ini, tampaknya memang Kerangka Mutan.
“Apakah ia akan membunuhku?” Dengan suara bergetar, Feng Linger merasa tak tenang.
Dalam buku sihir kematian yang ia baca, tertulis: “Jika seseorang tanpa sengaja memanggil kerangka yang sangat kuat, bisa saja berakhir menjadi korban sang kerangka.”
Jika benar seperti itu...
Kerangka ini bisa saja...
Tanpa sadar, Feng Linger menutup mata, tak berani melihat.
Namun, serangan yang ia bayangkan tak kunjung datang.
Perlahan, ia mengintip dari celah matanya...
Feng Linger melihat...
Melihat kerangka itu, melangkah mendekatinya...
Lalu berlutut dengan satu kaki di depannya, seolah-olah sedang melamar.
“Apa maksudnya ini?”
Feng Linger bengong. Otaknya seperti macet, tak bisa berpikir.
Namun sesaat kemudian, ia sadar juga.
“Kau ingin mengikat kontrak denganku?” tanyanya dengan suara tak percaya.
Lalu, di bawah tatapannya yang penuh keterkejutan, kerangka kecil itu benar-benar mengangguk pelan.
Jelas sekali, itu berarti: “Ya, memang seperti itu.”
***
Kejutan memang selalu datang tanpa diduga.
Tapi Feng Linger tak pernah membayangkan, kejutan akan datang secepat ini.
Seekor Kerangka Mutan yang sangat kuat dan misterius, ternyata mengakuinya, bahkan bersedia mengikat kontrak dengannya!