Bab 22: Ini adalah sebuah kesalahpahaman yang "indah" (delapan)
Mu’er merintih dalam hati. Kakak seperguruannya yang kecil itu benar-benar tidak bisa diandalkan; meski tahu dia pasti akan dipermalukan di atas panggung, ia justru nekat mendaftarkan namanya tanpa izin!
Namun, harga diri adalah segalanya. Dengan gagah berani, Mu’er menatap Gong Qianxing dan berseru, "Memangnya kenapa kalau ilmu bela diriku tidak tinggi?! Memangnya kenapa kalau aku tidak berbakat dalam bela diri?! Apakah dunia ini punya aturan bahwa orang yang lemah tidak boleh punya impian?! Aku hanya ingin membuktikan lewat usahaku sendiri bahwa aku bisa pergi turun gunung dan melihat dunia! Aku ingin membuktikan kepada seluruh dunia bahwa aku, Mu’er, bisa hidup dengan bebas tanpa bergantung pada siapa pun!"
'Lagipula, apa urusannya denganmu?!'
Gong Qianxing tidak menyangka Mu’er yang bertubuh mungil itu memiliki tekad sekuat baja. Tatapan matanya terhadap gadis itu pun berubah, kini terselip rasa kagum.
Melihat ekspresi Mu’er yang kini tampak seperti kucing kecil yang bulunya berdiri tegak karena marah, Gong Qianxing tidak bisa menahan senyum. Ia mengulurkan tangan dan mengacak-acak rambut gadis itu seraya berkata, "Memiliki impian tentu hal yang baik. Karena kau begitu ingin membuktikan kemampuanmu padaku, aku sangat menantikan perubahanmu."
Setelah berkata demikian, Gong Qianxing berbalik pergi, meninggalkan Mu’er yang terpaku dengan mulut ternganga.
Kapan dia pernah bilang ingin membuktikan diri kepada pria itu? Yang dia maksud adalah membuktikan diri kepada seluruh dunia, tahu!
Meski begitu, Mu’er tidak ambil pusing dan langsung kembali ke Puncak Selatan.
Latihan bela diri seharian sungguh melelahkan. Gong Qianxing itu benar-benar mirip dengan guru bahasa Indonesianya dulu; terlihat ramah dengan senyum di wajah, tetapi tuntutannya sangat kejam!
Sesampainya di kamar, Mu’er bahkan tidak mandi. Ia langsung menghempaskan diri ke tempat tidur dan terlelap. Tengah malam, ia terbangun karena kelaparan dan terpaksa mencari makan sendiri.
Wen Dufeng mungkin memiliki banyak kekurangan, tetapi ia sangat perhatian. Mengetahui Mu’er sangat lelah setelah berlatih, ia tidak tega membangunkannya untuk makan, melainkan memanaskan makanan dan menyimpannya di dalam panci. Jadi, kapan pun Mu’er lapar, ia bisa langsung makan di dapur.
Sembari menikmati makan malam penuh kasih dari gurunya, Mu’er berpikir bagaimana cara menyingkirkan beban besar bernama Gong Qianxing itu.
Mungkin karena otaknya tumpul akibat latihan kemarin, ia secara refleks berkata kepada Gong Qianxing untuk berlatih lagi keesokan harinya. Masalahnya, Gong Qianxing menganggapnya serius dan mengangguk setuju.
Begitu sadar, topik itu sudah lewat. Karena malu, ia tidak enak hati untuk menolak. Lagi pula, Gong Qianxing adalah seorang ahli bela diri yang hebat. Bisa mendapatkan bimbingannya adalah sebuah keberuntungan besar. Jika ia menolak, ia akan terlihat seperti orang yang tidak tahu diuntung.
Namun, setelah menghabiskan makanannya, Mu’er tetap tidak menemukan solusi yang tepat. Jika masalah Gong Qianxing tidak diselesaikan, dia tidak akan bisa berduaan dengan Kakak Seperguruan Pei. Bukankah itu berarti kesempatan emas akan terbuang percuma?
Terlebih lagi, turnamen bela diri akan dimulai enam hari lagi dan berakhir dalam waktu maksimal tiga hari. Dia pasti tidak akan terpilih, sementara di saat yang sama, Kakak Seperguruan Pei harus pergi.
Jika dia belum sempat membangun ikatan perasaan dengan Kakak Seperguruan Pei sebelum itu, jalan selanjutnya akan semakin sulit!
Semakin dipikirkan, Mu’er semakin cemas dan tegang. Di tengah lamunannya, ia tiba-tiba merasakan ada bayangan yang bergerak di depan pintu kamarnya. Awalnya ia mengira salah lihat, tetapi ia benar-benar melihat siluet seseorang melintas!
Kewaspadaannya langsung meningkat. Meski wajahnya tidak secantik bidadari, dia masih memiliki paras yang cukup manis. Bukan hal mustahil jika ada kakak seperguruan yang kesepian dan kehilangan akal sehat karena nafsu, lalu mengincar kecantikannya.
Lagipula, dia adalah orang dengan ilmu bela diri terendah dan yang paling mudah ditaklukkan di seluruh Perguruan Yanshan!